Bersama KIPAN Gresik, PAC IPNU IPPNU Bungah Gelar PEKA, Cetak Konselor Sebaya untuk Respon Krisis Remaja
Dalam upaya memperkuat peran pelajar sebagai agen perubahan sosial, PAC IPNU IPPNU Bungah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan PEKA (Pelatihan Edukasi Konselor Aktif) dengan tema “Internal Capacity Building Youth Crisis Response” pada Kamis, 14 Mei 2026 bertempat di Aula MWC NU Bungah, Kabupaten Gresik.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh sekitar 30 peserta dari kader IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Bungah. Pelatihan ini menjadi langkah preventif dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial remaja yang semakin kompleks, khususnya penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga ancaman HIV/AIDS di kalangan pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai jenis-jenis narkoba baru yang saat ini banyak menyasar remaja dan lingkungan sekolah. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi terkait HIV/AIDS serta dampak jangka panjang penyalahgunaan zat terhadap kerusakan sistem saraf dan kesehatan mental generasi muda.
Materi pelatihan menekankan pentingnya peran fasilitator sebaya dalam memberikan edukasi yang tepat kepada pelajar. Para peserta didorong untuk mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini perilaku berisiko serta memberikan pendampingan kepada remaja yang mengalami krisis sosial maupun psikologis.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring komunikasi antar ranting IPNU-IPPNU guna memperkuat pengawasan dan pemantauan perilaku berisiko di lingkungan sekolah maupun desa. Peserta diajak memahami pentingnya menjaga pergaulan yang sehat sesuai koridor syariat dan kesehatan demi menciptakan lingkungan remaja yang positif dan produktif.
Dalam sesi diskusi, terungkap bahwa mayoritas krisis remaja berawal dari masalah keluarga, kurangnya perhatian, serta minimnya ruang ekspresi positif bagi anak muda. Oleh karena itu, kader IPNU IPPNU diharapkan mampu hadir sebagai sahabat sekaligus konselor sebaya di tengah lingkungan pelajar.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan PEKA ini, seluruh peserta nantinya akan diterjunkan sebagai fasilitator sosialisasi bahaya narkoba di sekolah-sekolah wilayah Bungah pada masa MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan preventif penyalahgunaan narkoba sejak dini di kalangan pelajar.
Melalui kegiatan ini, PAC IPNU IPPNU Bungah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan generasi muda yang sehat, peduli, dan tanggap terhadap berbagai persoalan sosial remaja di era modern.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh sekitar 30 peserta dari kader IPNU dan IPPNU se-Kecamatan Bungah. Pelatihan ini menjadi langkah preventif dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial remaja yang semakin kompleks, khususnya penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga ancaman HIV/AIDS di kalangan pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai jenis-jenis narkoba baru yang saat ini banyak menyasar remaja dan lingkungan sekolah. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi terkait HIV/AIDS serta dampak jangka panjang penyalahgunaan zat terhadap kerusakan sistem saraf dan kesehatan mental generasi muda.
Materi pelatihan menekankan pentingnya peran fasilitator sebaya dalam memberikan edukasi yang tepat kepada pelajar. Para peserta didorong untuk mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini perilaku berisiko serta memberikan pendampingan kepada remaja yang mengalami krisis sosial maupun psikologis.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring komunikasi antar ranting IPNU-IPPNU guna memperkuat pengawasan dan pemantauan perilaku berisiko di lingkungan sekolah maupun desa. Peserta diajak memahami pentingnya menjaga pergaulan yang sehat sesuai koridor syariat dan kesehatan demi menciptakan lingkungan remaja yang positif dan produktif.
Dalam sesi diskusi, terungkap bahwa mayoritas krisis remaja berawal dari masalah keluarga, kurangnya perhatian, serta minimnya ruang ekspresi positif bagi anak muda. Oleh karena itu, kader IPNU IPPNU diharapkan mampu hadir sebagai sahabat sekaligus konselor sebaya di tengah lingkungan pelajar.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan PEKA ini, seluruh peserta nantinya akan diterjunkan sebagai fasilitator sosialisasi bahaya narkoba di sekolah-sekolah wilayah Bungah pada masa MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan preventif penyalahgunaan narkoba sejak dini di kalangan pelajar.
Melalui kegiatan ini, PAC IPNU IPPNU Bungah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan generasi muda yang sehat, peduli, dan tanggap terhadap berbagai persoalan sosial remaja di era modern.